Powered By Blogger

Rabu, 06 April 2011

Tugas Bahasa Inggris (Softskill)


Command and Request

• Command
            Command dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu Cositive command dan Negative command.

1.      Positive Command.
            Dalam perintah positive kita tambahkan to didepan kalimat perintahnya,sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan perintah yang dilaporkan. Kalimat-kalimat pengantar dalam kalimat jenis ini ialah :

                        He asked me           to + infinitive
                        He told me

e.g.       1. He asked me: “ Open your book”.
                (He asked me to open my book).
            2. Mary told me: “Stop talking to jane.”
                (Mary told me to stop talking to jane).
            3. Mother asked john: “Pay attention to what i say”.
                (Mother asked to john to pay attention to what i say).
            4. John told Mary: “Wait until i come”.
                (John told mary to wait until he comes).
            5. The teacher said to the student: “Be quiet while i am talking”.
                (The teacher told the student to be quiet while he is talking).
2.      Negative Command.
Dalam perintah negative kita tambahkan not to didepan perintah yang dilaporkan.
            e.g.       1. Mary told john: “Don’t wait for me”.
                          (Mary told john not to wait for her).
                        2. I told him: “Don’t mention it to anyone”.
 (I t                            (old  him not to mention it to anyone).
                      3.    Father asked her: “Don’t go there alone”.
                       (Father told her not to go there alone).
           4.    Ira asked Tom: “Don’t come to my house again”.
                    (Ira asked Tom not to come to her house again)
         5.    Mother asked john: “Don’t soke to much”
                   (Mother asked john not to smoke to much).



• Request
            Request digunakan untuk menyatakan permohonan. Dalam bahasa inggris,request dapat dinyatakan dalam beberapa cara, seperti :
1.       Will/would you + infinitive......please?
e.g.       a. Will you give the letter to the teacher,please?
(Sudikah anda memberikan surat ini kepada guru?)
            b. Would you type this letter for me,please?
                (Sudikah anda mengetik surat ini untuk saya?)
            c. Would you explain the problem to me,please?
                (Sudikah anda menjelaskan masalahnya kepada saya?)

2.       Could you + infinitive.....please?
e.g.       a. Could you wait a moment,please?
              (Dapatkah anda menungggu sebentar?)
            b. Could you lend me some money,please?
              (Dapatkah anda meminjamkan saya sedikit uang?)
            c. Could you show me the wayto the station,please?
              (Dapatkah anda menunjukan saya jalan ke stasiun?)

3.       Would you mind + -ING form.
e.g.      a. Would you mind waiting here a moment?
              (Keberatankah anda menunggu disini sebentar?)
            b. Would you mind coming here again tomorrow?
              (Keberatankah anda datang kesini lagi besok?)

4.       Would you mind + not –ING form.
e.g.      a. Would you mind not smoking here?
              (Keberatankah anda untuk tidak merokok?)
            b. Would you mind not making a noise?
              (Keberatankah anda untuk tidak berisik?)

5.       Would/Do you mind + possessive + --ING form.
e.g.      a. Would you mind my smoking here?
              (Keberatankah anda saya meroko disini?)
            b. Do you mind my sitting here?
              (Keberatankah anda saya duduk disini?)
            c. Would you mind her going with john?
              (Keberatankah anda ia pergi bersama john?)

Selasa, 05 April 2011

Tugas B.Inggris (Softkill)


Tingkat Perbandingan Dalam Kata Keterangan (Degrees of Comparison In Verb).
      
Seperti kata sifat (adjective), kata keterangan (adverb) juga mempunyai tingkat perbandingan (degrees of comparison) untuk menerangkan kata kerjanya. Semua ketentuan tingkat perbandingan dalam kata sifat juga berlaku pada kata keterangan (adverb), yaitu:
a.    Kata keteranagan yang terdiri atas satu suku kata mendapat tambahan, -er untuk bentuk lebih (comparative) dan –est untuk paling (superlative).

Positive      Comparative     Superlative      Arti
Near               Nearer              Nearest             Dekat
Fast                Faster               Fastest              Cepat
Hard               Harder              Hardest             Keras, giat
Long                Longer               Longest              Lama, jauh
Deep               Deeper              Deepest              Dalam

b.    Kata keterangan yang terdiri dari dua suku kata atau lebihyang berakiran dengan
-ly mendapatkan tambahan more untuk bentuk lebih dan most untuk bentuk paling.

Positive         Comparative        Superlative        Arti
Bravely             More bravely         Most bravely        berani 
Clearly             More clearly          Most clearly          bersih, jernih
Humbly            More humbly           Most humbly          sederhana
Loudly             More loudly            Most loudly            keras (suara)
Politely            More politely         Most politely          sopan
Terribl            More terribly        Most terribly          mengerikan
Serious            More seriously       Most seriously         serius
Qui                  More quickly         Most quickly            cepat

c.    Ada beberapa kata keterangan yang bentuk lebih dan bentuk paling-nya tidak mengikuti aturan tersebut di atas,dan hal tersebut merupakan sebuah pengecualian.

Positive         Comparative        Superlative        Arti
Much                       More                    Most                banyak
Well                         Better                 Best                baik, bagus
Early                       Earlier                 Earliest             awal
Badly                      worse                    worst                buruk
Late                         Later                   Latest               lambat
Little                       Less                     Least                sedikit
Ill                           worse                   worst                 buruk
Dibawah ini adalah cara pemakaian tngkat perbandingan kata keterangan dalam kalimat:
1.     Bentuk perbandingan biasa (positive degree):
a.    Jika digunakan pada kalimat positif:
Contoh :
·         He always studies hard
Dia selalu belajar giat.

b.  Jika digunakan untuk menyatakan tingkatan sama dapat digunakan susunan berikut ini:

As + positive + as
Contoh:
·         He studies as hard as his brother
Dia belajar segiat saudara laki-lakinya.

c.  Jika digunakan untuk menyatakan ketidaksamaan dapat digunakan susunan berikut ini:

Not + invinitive + so + positive + as
Atau
Not + invinitive + as + positive + as
Contoh:
·         She doesn’t study so hard as her sister
She doesn’t study as hard as her sister
Dia tidak belajar segiat saudara perempuannya.

2.    Bentuk perbandingan lebih (comparative degree) :
Apabila digunakan untuk kalimat positif dapat menggunakan susunan berikut ini:

Comparative + than
         Contoh :
·         He must study harder than before
Dia harus belajar lebih keras daripada sebelumnya.




3.    Bentuk perbandingan paling (superlative degree) :
Apabila digunakan untuk kalimat positif dapat menggunakan susunan berikut ini :

The + superlative
       Contoh :
·         He have showed the best performance
Dia telah menunjukan penampilan paling baik.

Tetapi pada umumnya bentuk paling sering kali tidak memakai kata sandang the.
             Contoh :
·         She dances the most cleverly
She dances most cleverly                  
Dia berdansa paling pandai.



Tugas B.Inggris (Softkill)


Countable and Uncountable Noun

v  Countable Noun (Kata Benda yang dapat dihitung).

Kata benda yang dapat dihitung (countable noun) adalah kata benda yang dapat dihitung dengan angka. Kata benda dapat dihitung meliputi kata yang tergabung dalam kata benda umum (common noun) dan kata benda kelompok (collective noun).
Contoh :
House (rumah), broom (sapu), table (meja), team (tim), group (grup), family (keluarga), dll.

Ciri-ciri dan sifat dari kata benda dapat dihitung (countable noun) :
a.    Dapat dirubah menjadi bentuk jamak (prulal).
Contoh :
§  This is a car (Itu adalah sebuah mobil).     Bentuk tunggal.
§  These are two cars (Ini adalah dua buah mobil).     Bentuk jamak.

b.    Dapat dirangkaikan dengan kata sandang (article) a atau an.
Demikian juga denan kata sandang the, baik dalam bentuk tunggal maupun jamak.
Contoh :
§  I have a book in my bag.
Saya mempunyai sebuah uku didalam tas saya.
§  I bring an umbrella to my office.
Saya membawa sebuah paying ke kantorku.
§  The house over there is very expensive.
Rumah disebelah sana itu sangat mahal.

c.    Dapat dirangkaikan dengan kata-kata some,any (beberapa sedikit), tetapi dalam bentuk jamak (prulal).
Contoh :
§  We need some water.
Kami membutuhkan sedikit air.
§  Do you have any friends in here?
Apakah kamu memiliki beberapa teman disini.?

d.    Dapat dirangkaikan dengan kata all of (semua), none of (tidah satupun), both of (keduanya), atau few (beberapa), tetapi dalam bentuk jamak.
Contoh :
§  All of the books are blue.
Semua buku itu berwarna biru.

Catatan :
Kata all of (semua) digunakan apabila benda yang dimaksudkan lebih dari dua.
Kata both (keduanya) digunakan apabila benda yang dimaksud hanya ada 2 (dua).

e.    Dapat dirangkaikan dengan kata many (banyak), a lot of (banyak), serval (banyak) atau a great many (sangat banyak), tetapi dalam bentuk jamak.
Contoh :
§  We have a lot of friends in this town.
Kami memiliki bnayk teman dikota ini.

Catatan :
Many hanya digunakan pada bentuk kalimat negative (menyangkal). Untuk kalimat positif (berita) digunakan a lot of.
Contoh :
§  I think you don’t have many friends here.
Saya kira kamu tidak memiliki banak teman disini.

f.    Jika kata benda dapat dihitung dalam bentuk tunggal,maka harus diikuti oleh kata kerja tunggal,yaitu dengan menambahkan s/es pada kata kerja. Atau harus diikuti kata kerja bantu is atau was (to be).
Contoh :
§  It is a book
Itu adlah sebuah buku.
§  I sends a letter to my friend.
Saya mengirim sebuah surat kepada temanku.

g.    Jika kata benda dapat dihitung dalam bentuk jamak,maka harus diikuti oleh kata kerja jamak tanpa penambahan s/es. Atau harus diikuti kata kerja bantu are atau were (to be).
Contoh :
§  There were books on the table.
Ada beberapa buku diatas meja.

v Uncountable Noun (kata benda yang tak dapat dihitung).

Kata benda tak dapat dihitung (uncountable noun) adalah kata benda yang tidak dapat dihitug dengan angka. Yang termasuk kata benda tak dapat dihitung adalah kata benda material (material noun) dan kata benda tak berwujud (abstract noun).
Contoh :
Sand (pasir),freedom (kebebasan), milk (susu), gold (emas), silver (perak),goodness (kebaikan),darkness (kegelapan), sugar (gula), cement (semen), dan lain-lain.

Ciri-ciri dan sifat dari kata benda tak dapat dihitung :
a.    Tidak mempunyai bentuk jamak (plural),atau selalu dalam bentuk tunggal.
Contoh :
·         I always drink two glass of milk everyday.
Saya selalu minum dua gelas susu setiap hari.

b.    Tidak dapat dirangkaikan dengan kata sandang (article) a atau an. Tetapi dapat dirangkaikan dengan article the dalam arti tunggal.
Contoh :
·         Milk comes form a cow.
Susu berasal dari sapi.
·         I feel the water is very salty.
Saya merasakan airnya sangat asin.


c.    Dapat dirangkaikan dengan kata some dan any untuk menunjukan arti sedikit.
Contoh :
·         I want some more sugar in my tea.
Saya ingin sedikit gula lagi didalah tehku.

d.    Dapat dirangkaikan dengan kata much,a lot of,a great deal of atau plenty of untuk menunjukan arti banyak.
Contoh :
·         I need plenty of money to buy a new car.
Saya membutuhkan banyak uang untuk membeli mobil baru.

e.    Selalu disertai oleh kata kerja tunggal,yaitu dengan menambahkan s/es pada kata kerja. Atau selalu disertai kata bantu is atau was.

Contoh :
·         I brings some milk for us.
Saya membawa beberapa susu untuk kita.
·         The milk is very sweet.
Susu itu sangat manis.

            Kata benda tak dapat dihitung (uncountable noun) dapat dirubah menjadi kata benda dapat dihitung (countable noun) yaitu dengan menambahkan kata petunjuk kuantitas atau ukuran (quantifier) misalnya a glass of (segelas), a bottle of (sebotol) dan lain-lain.

Contoh :


a bottle of milk       = sebotol  susu
a glass of water       =    segelas air
a bunch of banana    = sesisir pisang
a cake of soap         = sepotong sabun
a can of margarine   = sekaleng mentega
a cup of tea             = secangkir teh
a loaf of bread        = sepotong roti
a piece of chalk        = sepotong kapur
a gram of gold          = satu gram emas
a plate of rice          = sepiring nasi
a sheet of paper       = selembar kertas
a slice of meat          = sepotong daging
a tube of toothpaste = setube pasta gigi
a kilo of tobacco      = sekilo tembakau
a pound of weath      = sat upon gandum



Tugas B.Inggris (Softkill)


Kalimat Aktif dan Pasif.

v Kalimat Aktif (Active voice).
Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat yang subjeknya berbuat sesuatu atau melakukan suatu pekerjaan.

            Contoh :
      •   The cat bites a mouse.
Kucing itu menggigit seekor tikus.
      •   She drives a car.
Saya mengemudikan sebuah mobil.

            Seperti yang kita ketahui dalam bahasa Indonesia cirri-ciri kalimat aktif adalah kata kerjanya selalu berawalan “me-“ dan beberapa lagi berawalan “ber-“.
            Jadi, kedua kalimat diata disebut sebagai kalimat aktif (active voice) karena subyek dari masing-masing kalimat secara aktif melakukan perbuatan,yaitu bites (menggigit) dan drives (mengemudi).


v Kalimat Pasif (Passive voice).
Kalimat pasif (Passive Voice) adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu pekerjaan atau menderita sesuatu. Dengan kata lain subyek kalimat tersebut menjadi sasaran kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja.
Di dalam bahasa Indonesia cirri-ciri kalimat pasif adalah kata kerjanya yang berawalan dengan “di-“.

            Contoh :
      •   A mouse is bitten by the cat.
Seekor tikus digigit oleh anjing itu.
      •   A car is driven by her.
Sebuah mobil dikendarai olehnya.

                        Pada kedua contoh diatas,subyek dari kalimat dikenal suatu pekerjaan,yaitu bitten (digit) dan driven (dikendarai). Dari contoh kalimat aktif dan kalimat pasif diatas dapatlah diketahui bahwa kalimat passive (passive voice) dapat dibentuk dari kalimat aktif (active voice).
                       
                        Cara pembentuk kalimat menjadi kalimat passive harus memenuhi beberapa ketentuan sebagai berikut ;
a.    Kalimat  aktif yang akan dirubah harus memiliki obyek. Jadi dalam hal ini kata kerja yang digunakan harus kata kerja transitif (kata kerja yang memerlukan obyek).
b.    Subyek dalam kalimat aktif diubah menjadi obyek dalam kalimat pasif, dan sebaliknya Obyek dalam kalimat aktif diubah menjadi subyek dalam kalimat pasif.
c.    Kata kerja kalimat pasif harus berbentuk past participle (kata kerja bentuk ketiga) atau V3 yang didahului oleh Tobe (is,am,are,was,were,being,been) yang diikuti oleh “by (oleh)”.
Jadi dapat dituliskan bentuk predikat kalimat pasif adalah : 
To be + Past Participle (V3).
               d.    Kalimat pasif yang berbentuk Continuous,maka bentuk predikatnya adalah :
 To be + Being + Past Participle (V3).

          e.    Susunan kalimatnya harus sesuai dengan Tenses (bentuk waktu).


Di bawah ini adalah beberapa ketentuan perubahan kalimat aktif menjadi kalimat pasif yang harus diperhatikan :
1.     Apabila kalimat aktifnya berbentuk simple present tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat : 
Subyek + (is,am,are) + Past  Participle

Catatan :
Penggunaan To be (is,am,are) sesuai dengan subyek yang dibentuk dari obyek kalimat aktif.

Contoh :
A         : He bites the dog.
             Dia memukul anjing itu.
P          : The dog is bitten by him.
             Anjing itu dipukul olehnya.

Catatan :
A         = Kalimat Aktif (Active voice).
P          = Kalimat Pasif (Passive voice).


2.    Apabila kalimat aktifnya berbentuk Present Continuous Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat :
Subyek + (is,am,are) + being + Past  Participle
Contoh :
A         : She is driving a car.
              Dia sedang mengemudikan sebuah mobil.
P          : A car is being driven by her.
              Sebuah mobil sedang dikemudikan olehnya.

3.    Apabila kalimat aktifnya berbentuk Present Perfect Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat :
Subyek + have/has + been + Past  Participle
Catatan :
Pengguna have atau has harus disesuaikan dengan subyek yang berasal dari obyek kalimat aktif.
Contoh :
A         : I have closed the door.
              Saya sudah menutup pintu itu.
P          : The door have been closed by me.
              Pintu itu telah ditutup olehku.

4.    Apabila kalimat aktifnya berbentuk Present perfect continuous tanse,maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat :
Subyek + have/has + been + being + Past  Participle
Contoh :
A         : George has been writing the lesson.
              George sudah menulis pelajaran itu.
P          : The lesson has been being written by George.
              Pelajaran itu telah ditulis oleh George.

5.    Apabila kalimat aktifnya berbentuk simple past tense,kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat :
Subyek + was/were + Past  Participle
Catatan :
Penggunaan was/were dalam kalimat pasif disesuaikan dengan subyek yang berasal dari obyek kalimat aktif.

Contoh :
A         : He painted the wall yesterday.
              Dia mengecat dinding itu kemarin.
P          : The wall was painted by him yesterday.
              Dinding itu telah dicat olehnya kemarin.


6.    Apabila kalimat aktifnya berbentuk past continuous tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat :
Subyek + was/were + being + Past  Participle
Contoh :
A         : He was drinking some water.
              Dia sedang meminum banyak air.
P          : Some water was being drunk by him.
              Banyak air edang diminum oleh dia.


7.    Apabila kalimat aktifnya berbentuk past perfect tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat :
Subyek + had been + Past  Participle
Contoh :
A         : She has taken her bag.
              Dia telah mengambil tas miliknya.
P          : Her bag had been taken by her.
              Tas miliknya telahg diambil olehnya.